Posts

Purple Reader

Image
Iseng-iseng test di readyourcolor.com  untuk mengetahui tipe pembaca seperti apakah saya. Testnya adalah dengan dikasih liat sinopsis-sinopsis buku, terus kita rate seberapa berminat buat baca buku tersebut. Hasilnya, saya purple reader . Jadi, menurut website ini, ada 6 jenis pembaca. Red reader si adrenaline junkie yang suka cerita-cerita intens dan menegangkan, blue reader si pembaca introspektif yang suka merenungkan makna hidup, yellow reader tipe penyayang (?) yang suka cerita-cerita emosional dan menyentuh hati, orange reader penggemar fantasi yang punya dunianya sendiri, green reader si realistis yang membaca untuk meningkatkan kualitas hidup, dan terakhir, purple reader , yang ehmmm agak susah didefinisikan. Oke, jadi zuzur aja, selama ini saya menganggap diri ini punya selera bacaan yang lumayan berantakan. Karena punya latar belakang sebagai penggemar anime, saya berasumsi bakal suka buku-buku fantasi dengan world-building yang kompleks. Ternyata, dari sekian ba...

Miskonsepsi MBTI

  MBTI bukan cuma tes kepribadian! Salah satu miskonsepsi soal MBTI, yaitu sering dipandang semata-mata sebagai tes kepribadian. Yang mana ketika hasilnya tidak sesuai kenyataan, maka orang cenderung meragukan keseluruhan teorinya. Padahal, MBTI adalah teori tentang cara berpikir manusia. Butuh pemahaman mendalam. Tes kepribadian cuma titik awal aja untuk memberi gambaran, dan memang tidak selalu akurat. Ya gimana ya... yang jadi pertanyaan di tes-tes seringkali mengacu pada perilaku yang bisa berubah-ubah tergantung situasi. Kalau mood beda dikit, hasilnya pun bisa beda. Manusia terlalu kompleks untuk dinilai dalam satu skenario aja. Makanya sebelum menentukan tipe MBTI, memang butuh pemahaman tentang fungsi kognitif dan pengenalan akan diri sendiri. Butuh waktu dan proses. Ngomong-ngomong soal fungsi kognitif, ini adalah miskonsepsi lain tentang MBTI. Pada dasarnya, inti (core) MBTI ada di fungsi kogiitif. Bukan berapa persen introvert atau berapa persen ekstrovert, berapa pe...

Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Image
Buku ini premisnya menarik banget; tentang tiga orang remaja pencuri yang bermalam di sebuah toko kelontong, dan ternyata toko itu menghubungkan mereka dengan orang-orang dari masa lalu lewat surat-menyurat. Orang-orang itu konsultasi tentang masalah hidup mereka, berharap dapet solusi bagus dari si kakek pemilik toko, Namiya. Tapi berhubung si kakek tidak ada, para pencuri cilik inilah yang akhirnya kasih solusi. (bisa dibaca di aplikasi iPusnas) Oke, gimana ngomongnya ya... jadi tuh di bab pertama, ceritanya masih menarik. Begitu masuk bab kedua, karakternya ganti, timelinenya juga ganti, dan itu lumayan bikin saya jadi kehilangan minat. Puncaknya di bab lima, saya udah bener-bener ngga tertarik lagi sama ceritanya. Saya selesaikan semata-mata karena sayang aja udah sampai sejauh ini. Jadi tuh sebenernya, buku ini adalah kumpulan lima cerita pendek yang kelihatannya terpisah tapi ternyata nyambung satu sama lain. Sebenernya saya suka sama tipe cerita yang kaya begini, seperti men...

Les Misérables

Image
(bisa dibaca di aplikasi iPusnas) Buku ini bercerita tentang perjalanan seorang mantan narapidana bernama Jean Valjean setelah keluar dari penjara. Sebenernya ngga bisa dibilang narapidana juga sih, mengingat yang dia lakukan cuma mencuri sekerat roti untuk saudara-saudaranya yang kelaparan. Dia dijatuhi hukuman penjara total 19 tahun atas ‘kejahatan’ itu, dan sepanjang masa tahanan, hatinya mulai diliputi kebencian terhadap dunia yang menurut dia tidak adil. Tapi, selepas keluar dari penjara, niatnya untuk membalas dendam pada dunia diruntuhkan oleh perbuatan baik seorang uskup. Jadi alih-alih membalas dendam, Jean memutuskan untuk hidup baik dan menolong orang-orang yang membutuhkan. Tapi, perjalanannya menjadi orang baik tidak semudah itu. Ada orang-orang, peristiwa-peristiwa, yang seakan mencoba menjerumuskannya kembali dalam kejahatan. Judul buku ini Les Miserables, yang artinya the miserable atau yang ngenes-ngenes . Jadi siap-siap aja di buku ini bakal banyak kisah yang menggiri...

Flowers for Algernon

Image
(Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan judul "Charlie si Jenius Dungu") Buku ini bercerita tentang Charlie Gordon, seorang "terbelakang" yang dijadikan subjek percobaan untuk membuatnya jadi jenius. Charlie antusias karena mengira kehidupannya akan jauh membaik setelah memperoleh kecerdasan. Ternyata, kecerdasan itu justru membuat dia kehilangan banyak hal dalam hidup; pekerjaan, teman-teman, kebahagiaan. Menjadi seorang jenius justru bikin dia jadi terkucil, menderita dalam kesendiriannya. Sampai akhirnya di satu titik, kecerdasan Charlie mengalami kemunduran drastis, dan pada akhirnya dia kembali menjadi Charlie yang dulu, Charlie yang terbelakang. Lucunya, dengan kehilangan kecerdasannya, dia mendapatkan kembali semua yang udah hilang dari hidupnya. Beberapa hal yang saya dapetin setelah baca buku ini: Satu , kecerdasan bukan kunci kebahagiaan. Kadang kita berpikir dengan mengetahui banyak hal, kehidupan akan menjadi lebih baik. Buku ini menggambarkan sebalikn...

The Song of Achilles

Image
Sebenernya udah lama tau soal buku ini karena sering seliweran di FYP. Baru kemarin, gara-gara nonton film Troy (2004), saya penasaran dan akhirnya memutuskan buat beli buku ini. Denger-denger filmnya melenceng jauh dari naskah asli, jadi saya pengen tau versi yang lebih akurat, yang lebih mirip sama naskah aslinya, Iliad. Buku ini menceritakan kembali perang Troy, tapi dari sudut pandang seorang pahlawan yang tidak terlalu terkenal kalau dibanding Achilles—Patroclus. Yang dieksplor lebih ke arah hubungan mereka berdua. Tapi justru di sinilah daya tariknya, melihat sisi lain dari seorang Achilles yang terkenal gagah perkasa. Dan lagi, cerita lama yang dikemas dengan lebih modern? Letsgoooo. Anyway, buku ini mengandung unsur LGBT ya guys, jadi tidak direkomendasikan buat yang ngga suka. Dan saya... speechless sih abis baca buku ini. Mau kasih empat jempol dulu buat gaya penulisan mba Madeline. Tulisannya ringan, mengalir, semua terasa serba pas, engga berlebihan. Di paruh pertama,...

Laut Bercerita

Image
Butuh waktu empat tahun lebih buat nuntasin buku ini :" Saya beli buku ini tahun 2019. Dua kali berusaha baca, dua kali terhenti sebelum mencapai halaman 100 karena kehilangan minat. Sampe akhirnya kemarin kehabisan bacaan, jadi saya tekatin aja deh nyelesaiin buku ini. Dulu saya beli buku ini karena tertarik sama ide ceritanya yang bahas insiden 98. Tapi ternyata setelah selesai baca, harus saya bilang bahwa kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi. Ekspektasi saya ketika mau baca historical fiction adalah... ya, konteks sejarah. Saya berharapnya buku ini bakal banyak ngebahas kenapa harus ngelakuin pemberontakan ini. Apa yang sebetulnya terjadi. Apa yang salah dengan rezim. Apa isi pikiran kamu, idealisme kamu, harapan kamu terhadap negeri ini. Kenapa kamu segitunya mau berjuang buat Indonesia. Tapi semua itu ngga ada di buku ini. Malah pembahasannya dititikberatkan pada drama seputar keluarga dan percintaan. Yang mana sebetulnya oke-oke aja, tapi sayangnya, meski ini drama,  ...